Berita

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Thursday, October 26, 2017

IKAT Aceh Selenggarakan Seminar Internasional dan Lantik Pengurus


Ahad, 27 Maret 2016, Ikatan Alumni Al-Azhar Internsional (IAAI) Indonesia mendaratkan kakinya di kota Banda Aceh. Kehadiran IAAI Indonesia yang dinahkodai oleh Dr. Muchlis M. Hanafi, sekretaris jenderal, dan bersamanya Dr. Ibrahim Luthfy al-Said, Ulama senior Al-Azhar ini guna mengikuti serangkaian kegiatan yang diadakan oleh Ikatan Alumni Timur Timur Tengah (IKAT) Aceh.

Kegiatan yang dihelat di Aula Mahkamah Syariah Banda Aceh ini didahului dengan pelantikan pengurus IKAT Aceh. Pelantikan sendiri dilakukan oleh Sekjen IAAI Indonesia, Dr. Muchlis M. Hanafi mengingat IKAT Aceh sendiri merupakan representasi resmi IAAI Indonesia kantor Aceh. Kepengurusan IKAT Aceh yang dinahkodai oleh Fadhil Rahmi, Lc., ini berdasarkan SK IAAI Indonesia akan mengemban amanah hingga tahun 2016.

Dalam sambutannya, Dr. Muchlis mengemukakan bahwa IKAT Aceh sebetulnya lebih luas cakupannya dari IAAI. IAAI merupakan wadah bagi Alumni Al-Azhar, sementara IKAT wadah bagi seluruh alumni Timur Tengah dari berbagai universitas. Beliau berharap eksistensi IKAT Aceh menjadi sarana memperjuangkan syariat Islam yang wasathiyah guna menyelamatkan masa depan umat.

Melengkapai helatan akbar IKAT Aceh tersebut, acara dilanjutkan dengan Seminar Internasional bertajuk “Telaah Kritis Qanun Jinayat; Studi Komparatif dan Efektifitas Penerapan”. Dihadirkan sebagai pembicara yaitu; Syaikh Ibrahim Luthfi al-Said, ketua IAAI Port Said Mesir, Dato’ Abu Backer Sidek dari Malaysia, Dr. Syukri Yusuf, Dinas Syariat Islam Aceh, dan juga oleh Illiza Sa’duddin Djamal, Walikota Banda Aceh. (Mas Zam)

IKAT Minta Agar Seleksi Kuliah ke Timur Tengah dilaksanakan di Banda Aceh


Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh meminta agar pelaksanaan test untuk calon mahasiswa asal Aceh yang akan kuliah ke universitas di negara Timur Tengah agar dapat dilaksanakan di Banda Aceh untuk memudahkan calon mahasiswa.

“Ini banyak taklief (beban-red), bagi calon mahasiswa. Beban waktu dan biaya. Mestinya kementerian Agama membuka penerimaan untuk beasiswa ke Timur Tengah di Aceh. Dulu-dulu kalau mau ke Mesir dan Sudan, testnya di Aceh. Sekarang ujiannya di Medan, kalau sudah lulus, harus ke Jakarta lagi. Ini kan memberatkan,” kata ketua IKAT Aceh, H. Muhammad Fadhil Rahmi, Lc saat berpidato pada acara pelantikan pengurus besar IKAT Aceh dan seminar internasional di gedung Aula Mahkamah Syar’iyah Aceh, 27 Maret 2016.

Fadhil mengungkapkan, bahwa pesantren di Aceh sudah sangat banyak, calon mahasiswa yang pergi ke Timur Tengah masih ditest dan diinterview di daerah lain seperti di Medan dan di Jakarta.

Dia juga mengingatkan bahwa Aceh adalah satu-satunya provinsi yang memberlakukan syariat islam. Jadi, kata Fadhil, kalau berbicara penerapan syariat secara kaffah, mestinya pemerintah juga mendukung hal ini.

“Membantu sebanyak-banyaknya mahasiswa Aceh mendapatkan pendidikan tidak hanya di dalam negeri, namun juga di universitas-universitas Islam di seluruh dunia, terutama di timur tengah, porsi untuk Aceh harus khusus dan ditambah,” harapnya.

Sementara itu kepada Sekjen Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional Cabang Indonesia (IAAI) Dr. Mukhlis Hanafi yang juga pejabat di kementerian agama yang hadir pada acara tersebut, diminta untuk menyahuti dan menyampaikannya kepada pihak Menteri Agama. Ketua IKAT juga meminta kepada syeikh Dr. Ibrahim Lutfy al Said, salah seorang ulama Mesir yang hadir sebagai pembicara dalam legiatan tersebut untuk menyampaikan kepada syeikh Azhar. [Najib/rel]

Pengurus IKAT Aceh 2015-2018 Dilantik


Ikatan Alumni TImur Tengah (IKAT) Aceh hari ini, Minggu 27 Maret 2016 mengadakan pelantikan pengurus IKAT Aceh periode 2015-2018, di Aula Mahkamah Syar’iyyah Aceh. Pelantikan ini dirangkai dengan seminar internasional bertema “Telah Kritis Qanun Jinayat Aceh, Studi Komperatif dan Efektivitas Penerapannya.”

Pelantikan pengurus IKAT Aceh ini dikukuhkan oleh sekjen Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional (IAAI), Dr. Mukhlis Hanafi, MA. Ia mengatakan, “Sebenarnya IKAT Aceh ini lebih besar dari IAAI. Karena IAAI hanya organisasi alumni Al-Azhar, Mesir. Tapi IKAT Aceh adalah organisasi seluruh alumni Timur Tengah dari berbagai universtias. Semoga eksistensi IKAT menjadi sarana dalam memperjuangangkan syariat Islam yang washathiyah dan menyelamatkan manusia.”

Pengurus IKAT dilantik oleh Prof. Dr. Azman Ismail, MA. Dalam kesempatan ini Prof Azman mengatakan, “Saya sangat senang IKAT Aceh terus melakukan kajian-kajian dan penelitian tentang berbagai permasalahan umat yang sedang terjadi di Aceh.”

Dalam sambutannya ketua IKAT Tgk. H. Muhammad Fadhil, Lc. mengatakan, “Pengurus IKAT yang baru sengaja kami bentuk sangat gemuk, memiliki divisi dan anggota yang banyak. Karena memang para pakar IKAT itu banyak, dan anggota IKAT yang berkontribusi di masyarakat juga sangat banyak.”

Tgk. Fadhil berharap ada penambahan beasiswa khusus untuk Aceh dari Azhar

“Dulu ketika saya di Mesir, jumlah pelajar Aceh di sana sekitar 450 orang. Tapi sekarang sudah sangat sedikit, kurang dari 200 pelajar. Ini sebuah kemunduran yang perlu kita pikirkan bersama. Karena selain kualitas, kuantitas juga sangat penting dalam perjuangan penerapan syariat Islam. Kita harap dari IAAI dan dari stakeholder yang ada untuk memudahkan pelajar Aceh kuliah di Mesir. Kami juga insyaAllah akan menjalin hubungan langsung dengan Al-Azhar

IKAT Aceh Raih Madani Award Tahun 2016


Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan penghargaan Madani Award 2016 kepada Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh sebagai lembaga yang menyediakan Informasi dan memfasilitasi pendidikan ke Timur Tengah pada malam peringatan Puncak Hut Kota Banda Aceh ke-811, Senin (9/5) di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah bersama dengan 40 penerima lainnya dari lembaga, kelompok dan personal.

Penyerahan Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’duddin Djamal dan diterima Oleh Ketua IKAt, M. Fadhil Rahmi, Lc.
Usai menerima penghargaan tersebut, Ketua IKAT Aceh menyampaikan terima kasih Kepada Keluarga besar IKAT dan juga untuk Pemko Banda Aceh,

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pemko atas apresiasi ini, award atau penghargaan ini menjadi tambahan cemeti kepada IKAT untuk mempertahankan semangat mereka untuk mengabdi dan lebih dari itu juga untuk meningkatkan kualitas kegiatan-kegiatan yang telah diprogramkan” Ujar Fadhil.

“Award ini milik semua, berkat kerja keras pengurus dan keluarga besar IKAT Aceh, Laulahum faman siwahum (kalo bukan mereka, siapa lagi. Tanpa mereka, ketua bukan siapa-siap)” Lanjut Mantan Kapten Tim Sepak Bola Iskandar Muda Cairo tersebut. (ZW)

Mahasiswa Aceh Raih Juara Dua Perlombaan Kaligrafi Tingkat Internasional


Setelah beberapa waktu yang lalu nama aceh muncul di Pentas Internasional saat salah seorang mahasiswa universitas Al-Azhar asal Aceh berhasil lulus dengan predikat summa cumlaude, nama Aceh kembali muncul melalui Darmawan Sarjani yang berhasil meraih juara dua cabang Khat Maghribi dalam perlombaan Kaligrafi Internasional, IRCICA ‘s Tenth International Calligraphy Competition in the name of Hafiz Osman. Pengumuman tersebut diumumkan selasa (17/5) lalu di Istanbul, Turki.
Darmawan Sarjadi adalah salah seorang mahasiswa Aceh asal Meulaboh yang sedang menimba ilmu hadis pada Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kota Cairo, Mesir.
Dalam ajang ini, Darmawan mengirimkan tiga karyanya pada tiga cabang berbeda. Namun hanya satu yang terpilih sebagai pemenang. Dengan hasil tersebut, dia berhak atas sebuah katalog pemenang, sertifikat dan uang tunai sebesar 1500 dolar Amerika.
Ajang yang diselenggarakan oleh IRCICA ini memperlombakan sebelas kategori kaligrafi dan diikuti lebih dari 600 peserta dari 36 negara. Kegiatan ini telah diadakan empat kali sejak 2007 lalu dalam rentang waktu tiga tahun sekali.
“Sebulan yang lalu saya sempat bermimpi bertemu guru saya dan beliau tersenyum sambil merangkul saya. Mungkin ini pertandanya. Ala kulli hal, saya sangat bersyukur atas prestasi ini. Harapan saya, ini akan menjadi awal langkah saya menjadi lebih baik,” ujar Darmawan saat diwawancarai kmamesir.org.
DS Kaligrafi
Darmawan juga mengaku sempat terkejut saat dikabari oleh gurunya, Syekh Bellaid Hamidy bahwa dia mendapatkan juara dua. Mahasiswa tingkat akhir Jurusan Hadis Universitas Al-Azhar ini langsung memastikannya.

“Saya sempat tidak percaya, hingga Syekh Belaid mengirimkan foto lauhah saya yang telah dibingkai sebagai bukti. Beliau juga mengabarkan bahwa teman seperjuangan saya dari Cina, Wong Qi Fei juga menang,” ujar Darmawan sebagaimana diberitakan Kmamesir.org
Darmawan mulai serius mempelajari kaligrafi sejak tahun 2009 dibawah asuhan Ust. Alim Alamsyah, Ust. Irham, Ust. Zainuddin dan Ust. Muhammad Nur di Affanin. Kemudian pada tahun 2013 barulah dia belajar langsung dengan Syekh Belaid Hamidy yang merupakan penasehat kaligrafi istana Maroko.
Saat ini, pemuda kelahiran tahun 1990 ini telah memiliki ijazah dalam empat jenis khat yang berbeda: riq’ah, Diwani, Diwani Jali dan Maghribi Mabsut. Di sela-sela kesibukannya menyelesaikan studi, dia masih aktif mempelajari kaligrafi. Bahkan saat ini Darmawan tercatat sebagai
salah satu pengajar di Komunitas Kaligrafi Afanin Kairo.

Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah Aceh H. Muhammad Fadhil Rahmi, Lc menerangkan bahwa banyak mahasiswa asal Aceh di Universitas Al-Azhar Mesir selain kuliah juga mendalami ilmu kaligrafi. Mereka berguru langsung pada guru kaligrafi tingkat internasional,” tambah Fadhil Rahmi, Lc dalam sebuah wawancara.
IMG-20160518-WA0007

Ramadhan Qur’ani Camp II Bersama IKAT Aceh


IKAT (Ikatan Alumni Timur Tengah) Aceh bekerja sama dgn unsyiah, pemko Banda Aceh dan BKPP Aceh. akan mengadakan Ramadhan Quranic Camp II dari 5 s.d 13 Ramadhan 1436 H ( 9 – 18 juni) dengan 3 gelombang: ‌
gelombang pertama tinggat SD kelas 3-6 ‌
gelombang ke dua tinggat smp dan sma ‌
gelombang ke tiga: mahasiswa dan umum.

Program:
Intensif Belajar Fasih membaca Al-quran bersama totur bersanat sampai ke rasulullah.
Full pembentukan karakter qurani.
Taraweh dan tahajud dengan hafiz lulusan timur tengah
Evaluasi setiap pertemuan.
Jumpa tokoh inspiratif.
Dll

Fasilitas :
‌Modul panduan membaca alqurani. ‌
10 orang / kelompok ‌
full AC ‌
sahur dan infar bersama dengan menu sehat dan bergizi + snack malam hari. ‌
tempat nyaman dan adem untuk mengaji ‌program intensif dan ekslusif ‌sertifikat dari tutor bersanad sampai ke Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam.

Waktu Pendaftaran:
15 may – 1 juni .

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hub :
Tgk. M.yasin jumadi,Lc (+6285370926106 )
Tgk. Muammar Zainun (0812-7028-2827 )
Tgk. Ahmad syukran ( 0822-7471-9454)
Tgk.Zakiah Zainun (081263154631)

Daftar via sms:
Ketik: nama (spasi) jenjang pendidkian (Spasi) jenis kelamin.
Kirem ke nomor kontak diatas.
Peserta terbatas.

Atau kunjungi group fb :
Ramadhan Quranic Camp IKAT Aceh.
Infaq : Rp. 250.000.-

Marhaban ya Ramadhan, Sambut Ramadhan IKAT Aceh Kampanyekan “Cinta Al-Qur’an”


Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Syahrul Qur’an. Menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H yang tidak lama lagi, Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh akan melakukan kampanye “Cinta Al-Qur’an” dengan cara road show ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang ada disekitar Banda Aceh dan Aceh Besar.
13177433_10204553958487560_4792368832552174951_n
“IKAT akan mengadakan “Program Kampanye Cinta Al-Qur’an”. Sekarang kita sudah menyebarkan selebaran kesekolah-sekolah, perguruan tinggi dan mesjid yang ada dikawasan Banda Aceh dan Aceh Besar. Khusus untuk sekolah-sekolah kita akan mengirim utusan yang akan memaparkan tentang pentingnya kedudukan Al-Qur’an dan perlunya melakukan kegiatan yang positif selama bulan ramadhan, sehingga tidak sia-sia,” ungkap Ketua IKAT Aceh M. Fadhil Rahmi Lc, Jum’at, 20/5/2016.
Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur’an, oleh karena itu hendaknya seorang muslim dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap Al-Qu’ran dalam bulan ini. Mengenai keutamaan membaca Alquran Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30)
Selain mengkampanyekan ” Cinta Al-Quran ini, para utusan IKAT juga akan mensosialisasikan kegiatan Ramadhan Qur’ani Camp yang bekerjasama dengan Pemko Kota Banda Aceh, Unsyiah dan BKPP Aceh dan akan dilaksanakan sejak awal ramadhan nantinya, tambah M. Fadhil Rahmi

Wednesday, October 25, 2017

Mulai 2017, Agara Siapkan Beasiswa ke Timur Tengah



Terhitung mulai dari tahun 2017 secara resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara akan memberikan beasiswa jenjang S1 ke Timur Tengah kepada 5 putra/putri terbaiknya. Informasi ini diperoleh dari Tgk. Alimuddin Selian, Lc, MA selaku ketua IKAT (Ikatan Alumni Timur Tengah) Kabupaten Aceh Tenggara melalui message yang dikirimnya kepada ketua IKAT Aceh,Tgk. M. Fadhil Rahmi, Lc, pada 5/01/2017.

Pemberian beasiswa ini merupakan tindak lanjut dari apa yang pernah disampaikan oleh Wakil Bupati Aceh Tenggara H.Ali Basrah, S.Pd, MM. saat pelantikan pengurus IKAT Aceh Tenggara, dimana sebagai salah satu program Pemerintah Kabupaten dalam bidang pendidikan terutama pendidikan agama untuk peningkatan pengajar dan penceramah sehingga bisa mencapai sampai ke pelosok wilayah kabupaten Aceh Tenggara.

Pelaksanaan seleksi untuk penerima beasiswa ini akan dilaksanakan pada Maret 2017. Ujar Tgk. Alimuddin kepada Tgk. M. Fadhil Rahmi. Untuk konsep dan teknis pelaksanaan seleksi beasiswa ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara akan bekerja sama dengan IKAT melalui IKAT Aceh Tenggara, tambahnya.

Disisi lain, M. Fadhil Rahmi menambahkan, langkah positif yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara ini sangatlah baik, seharusnya dapat diikuti oleh Kab/Kota lain di Aceh.

Seminar IKAT Aceh: Menakar Kiprah Alumni Timur Tengah Aceh


Banda Aceh – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh menggelar Seminar Pendidikan bertajuk Menakar Kiprah Alumni Timur Tengah Aceh, Minggu, (05/02/1017) di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pelaksanaan seminar Pendidikan ini merupakan sebagai bentuk evaluasi sejauh mana kiprah alumni Timur Tengah (IKAT) selama ini. Seminar yang dilaksanakan juga turut dihadiri oleh pemateri Nasional dan Ulama Aceh, Demikianlah yang disampaikan Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Muhammad Fadhil Rahmi, Lc. Dalam sambutannya.

Selain itu, ia juga menyampaikan banyaknya hal yang telah dilakukan IKAT, namun proses yang dilakukan selama ini belum jelas dan terukur.

“Selama ini banyak hal telah kita lakukan, baik pengabdian sosial, dakwah dan bahkan menjadi mitra Pemerintah dalam beberapa kegiatan, akan tetapi tentu itu semua belum tertakar dengan jelas tentang format bentuk kontribusi para alumni Timur Tengah. selama ini belum ada road map pengabdian yang tepat sasaran dan terukur”.ujar Fadhil.

Selain itu ia mengharapkan betul sinergi dari semua pihak. Baik secara moril maupun materil, untuk melaksanakan kegiatan ini dengan tujuan penanaman nilai agama secara subtansial kepada masyarakat. Terutama kepada masyarakat-masyarakat awam dan terpelajar

Ia mengharapkan, dengan adanya diselenggarakan kegiatan seminar itu, dapat mengukur sejauh mana peran dan konstribusi alumni ikat Aceh dalam mengevaluasi semua.

Seminar yang mengangkat tema Menakar Kiprah Alumni Timur Tengah tersebut diisi oleh tiga pemateri, diantaranya :
1. Dr. Muchlis M. Hanafi, MA. (Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Balitbang dan Diklat Kementerian Agama);
2. Tgk. H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab (Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunib-Bireuen dan Ketua I HUDA); dan
3. DR. Ajidar Matsyah, Lc. MA. (Dosen UIN Ar-Raniry).

Disamping itu, Dr. Ajidar Matsyah,Lc.,MA menyampaikan dalam materinya, bahwa alumni timur tengah ada di berbagai lini dan sudah ada sejak dulu.

“Alumni perlu merperbanyak kiprah di berbagai sisi, apalagi di bagian Dakwah, karena memang ini sudah menjadi domainnya”. Tegasnya

Ia juga mengharapkan dan menekankan bahwa alumni timur tengah harus benar-benar mendalami dan menjiwai keagamaan secara mendalam. karenanya tambahnya, hal tersebut merupakan suatu kewajiban bagi umat muslim, khususnya ikat.

Tgk. H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab. Atau yang sering dipanggil To Sop mengemukakan bahwa setiap manusia ummat Wahidah. Dimana kita mempunyai 2 kelemahan; dimana yang satu lemah dalam mengorganisir menjadi kekuatan kolektif, serta mudah dan gampang dipengaruhi oleh orang lain.

“Memang era global erat kaitannya dengan era neokolonialisasi, dimana mengeksploitasi yang lemah. kita jangan seperti domba yang ada di kandang macan. Kita bertarung sesama kita, padahal kalah menang tetap akan dimangsa macan”. Ungkap beliau dengan senyum khasnya.

apa saja yg membuat kita bisa menyatu? Tambahnya, yang pertama Jangan menang dengan saudara sendiri tapi kalah di depan orang lain. Jago kandang.
Kedua, Membuat perencanaan, jika kita tidak merencanakan kita akan direncanakan.

Sebagai penuntut ilmu, manusia menjadikannya sebagai jalan dan jembatan bagi dirinya sendiri. Namun ada sebagian menempatkannya dengan ketidak adilan “ilmu bukan sumber kegaduhan dan kesombongan. Tapi ilmu sumber kedamaian. jangan menjadi manusia yang eklusif “.

akhlak butuh lingkungan. Jangan sampai kita hidup di tengah lingkungan yang gagal akhlak.

Sedangkan Mukhlis hanafi memaparkan bahwa azhar itu merupakan metode. Bukan sekedar institusi, masyikhah bukan sekedar kantor administrasi, namun menjaga keseimbangan.

Prinsip al azhar yg harus dikedepankan:

.لا معادة بين مقتضيات الشرع والقضايا العصر
-الحفظ على القادم الصالح
– التسامح والتنوع

tidak tergesa-gesa dalam mengambil sikap akidah takfir. Peran pemikiran lulusan Al-Azhar. Menjadi Da’i yang wasathi. Berpijak dengan pemikiran yang jernih. Pandai membaca zaman.

Kegiatan tersebut sekaligus melaunching agenda prioritas IKATt tahun 2017. Agenda utamanya adalah: ToT Tahsin, Pelatihan Mawaris, Sosialisasi Pendidikan Timur Tengah dan Kaligrafi. Yang dihadiri ratusan peserta serta masyarakat umum.

IKAT AGARA Buka Pendaftaran Beasiswa


IKATACEH.ORG | Kutacane – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Tenggara, secara resmi membuka pendaftaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan sarjana s1 ke Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir. Informasi pendaftaran diperoleh dari Ust. Ilham Sujefri, Lc., ketua panitia seleksi via telepon yang diterima Tgk. T. Tasqa Alaidin, Lc. di sekretariat IKAT Aceh Jum’at sore (03/02/2017).
Waktu pendaftaran lanjut Ilham, mulai tanggal 1 Februari s.d 20 Februari 2017, dan jadwal testing dilaksanakan pada Sabtu, 26 Februari 2017 di Aula MAN Kutacane.
Mengenai syarat-syarat pendaftaran sambung Ilham, pertama membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 100.000, kedua foto kopi Kartu Keluarga (KK), ketiga foto kopi KTP bagi yang sudah punya, keempat foto kopi rapor mulai kelas 1 s.d 3 Aliyah/sederajat, kelima foto kopi Ijazah (Surat keterangan dari sekolah/pesantren), keenam Ijazah tidak boleh lewat dari 1 (satu) tahun.
Adapun tempat pendaftaran jelasnya, Pendaftar bisa menghubungi atau datang ke salah satu tempat di bawah ini:
1. Dinas Syari’at Islam mulai pukul 08:00–14:00 WIB, hubungi Ust. H. Alimuddin, Lc, MA. (+6281360165234);
2. Masjid Taqwa mulai pukul 14:00-21:00 WIB, hubungi Ust. Anwar Efendi, Lc. (+6285360637472);
3. STAISES mulai pukul 15:00-18:00 WIB, hubungi Ust. Sahiful Anwar, MA. (+6285275600806), Ust. Syukran, Lc. MA (+6285361928991).
Untuk info lebih lanjut, calon penerima beasiswa bisa menghubungi langsung Ust. Ilham Sujefri, Lc. (Telpon/WA +6285358659207), Ust. Muhammad Khairudin Jamil, Lc (+6281337503038), Ust. Rahmoy Alaspi Agara, Lc. Dpl. (+6282304535043), tutup Ilham.
Seperti diberitakan sebelumnya, mulai tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara akan memberikan beasiswa jenjang s1 ke Timur Tengah kepada 5 putra-putri terbaiknya. (TSQ)

Pengumuman Seleksi Beasiswa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara Oleh IKAT Aceh


IKAT ALA ABAS
Banda Aceh – Ikatan Alumni Timur Tengah Aceh (IKAT) pada Minggu (26/2/2017) telah melaksanakan penyeleksian terhadap 20 peserta calon penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Proses seleksi dilakukan di komplek Dinas Syariah Islam Kabupaten Aceh Tenggara atas kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dengan IKAT Aceh sebagai tindak lanjut dari apa yang disampaikan oleh Tgk. Alimuddin Selian, Lc. MA pada bulan lalu, ujar ketua IKAT Aceh Tgk. M. Fadhil Rahmi, Lc.

Disebutkannya, pelaksanaan seleksi yang dilakukan saat ini hanya menjaring lima calon penerima beasiswa. kelima calon penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang lulus ini nantinya akan mengikuti bimbingan teknis khusus di sekretariat IKAT Aceh di Banda Aceh sebelum keberangkatan ke Mesir.

Hasil seleksi telah diumumkan oleh tim penyeleksi dari IKAT Aceh tadi malam. Selanjutnya, bagi peserta yang telah dinyatakan LULUS dan tercantum dalam lampiran keputusan yang dikeluarkan oleh tim penguji akan dijadwalkan untuk segera mengikuti bimbingan teknis seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lanjut M. Fadhil.

Direncanakan, kelima penerima yang telah dinyatakan lulus tersebut akan diberikan beasiswa keberangkatan dari Pemkab Agara melalui Dinas Pendidikan & Kebudayaan pada September mendatang.

Monday, October 23, 2017

KAFALAH IKAT ACEH


Pertemuan dengan penerima Kafalah IKAT Aceh
Program Kafalah IKAT Aceh adalah divisi pemberian santunan kepada anak kurang mampu/muhtajjin yang dilakukan oleh IKAT Aceh yang berbasis boarding/ma’had.

Saat ini sudah belasan anak asuh (aktif) IKAT yang tersebar di beberapa pesantren di Aceh. Mari bergabung membina santri yatim/piatu dan fakir miskin bersama KAFALAH Ikat Aceh.

Salurkan Donasi anda melalui rekening Kafalah Ikat Aceh via rekening berikut :

*Bank Muamalat,
No Rek. 2410033243
atas nama KAFALAH IKAT ACEH,

*Bank Aceh Syariah,
No Rek. 61302200456789
a.n KAFALAH IKAT ACEH.

109 Putra/Putri Aceh Lulus Seleksi pada Sejumlah Perguruan Tinggi di Timur Tengah, IKAT Aceh Siap Mendapingi


Sambutan Ketua IKAT Aceh
Sebanyak 109 putra dan putri Aceh dinyatakan lulus seleksi Kuliah ke Timur Tengah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia beberapa waktu lalu. Informasi kelulusan ini diketahui melalui pengumuman resmi hasil seleksi beasiswa dan Non beasiswa S1 perguruan tinggi luar Negeri (Mesir, Sudan, Maroko dan Lebanon) tahun 2017 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama pada 8 Juni 2017 yang lalu. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Fadhil Rahmi, Lc, Ketua IKAT Aceh di Sekretariat IKAT, Lamgugop, Banda Aceh, Minggu (11/6)

M. Fadhil menambahkan, IKAT Aceh siap untuk menfasilitasi proses keberangkatan seluruh calon mahasiswa Aceh yang akan melanjutkan kuliah pada sejumlah perguruan tinggi di timur tengah seperti, Mesir, Sudan, Maroko dan Lebanon.

“IKAT Aceh siap menerima pemberkasan secara kolektif untuk kemudian melakukan pengurusan ke Jakarta. Selanjutnya juga akan memberangkatkan ke Negara yang dituju. Dan insya Allah, di Mesir nanti IKAT bekerjasama dengan KMA (Keluarga Mahasiswa Aceh) dalam melakukan penyambutan dan pengurusan di sana. sedangkan untuk negara lain seperti Sudan dan Maroko, akan mengikuti prosedur seperti yang ditetapkan oleh kedutaan masing-masing negara” jelas Fadhil.

Ielain itu, ia mengatakan IKAT akan melakukan pendampingan kepada seluruh mahasiswa dan alumni dari universitas-universitas yang ada di timur tengah hingga pada pengabdian ilmu di Nanggroe Aceh. Karena IKAT dan KMA ada memang untuk kita dan siapa saja yang belajar di timteng.

Saat ini IKAT Aceh sudah membentuk sebuah group untuk mempermudah komunikasi dengan Calon Mahasiswa dari Aceh, dimana setiap perkembangan informasi langsung disampaikan disana.

Bagi yang sudah lulus namun belum mendapatkan informasi, boleh menghubungi Ikat Aceh melalui contact Person hp 085261426302 atas nama Tgk. Tasqa Aliuddin,Lc dan Zahrul Bawady, Lc. 081269998945

Sebelumnya juga IKAT telah mengadakan bimbel dan tryout untuk memudahkan para calon mahasiswa dalam mneghadapi seleksi tersebut

Monday, October 9, 2017

Satu Santri Binaan Kafalah IKAT Aceh Diwisuda


IKATACEH.ORG, ACEH BESAR – Satu dari santri binaan Kafalah IKAT Aceh diwisuda di komplek Dayah Terpadu Daruzzahidin Kuta Baro – Aceh Besar, (22/4/2017). Adalah Rizka putri asal Sawang Aceh Utara yang dibina Kafalah IKAT Aceh beberapa tahun lalu, merasa senang dan bahagia setelah menamatkan pendidikannya di MAS Daruzzahidin.

Wajahnya terlihat sumringah, ketika namanya dipanggil naik ke pentas untuk diwisuda oleh Yayasan dan unsur Pimpinan Dayah tersebut. Amatan Ikataceh.org pada acara tahunan itu berjalan lancar penuh khidmat.

Ust. Iqbal Muzammil, Lc., MA. (Ketua Kafalah IKAT Aceh) turut menghadiri acara wisuda bersama Ust. Syafruddin, Lc., Dipl. (Sekretaris). Kehadiran mereka ke lokasi acara atas undangan Rizka.

Ust. Iqbal Muzammil, Lc., MA. yang dihubungi Ikataceh.org via WhatsApp mengatakan, “Kafalah IKAT Aceh bertekad untuk menyekolahkan anak-anak yang berada di pedalaman. Mereka yang mungkin luput dari perhatian orang lain.” Jelasnya.

Kehadiran Kafalah lanjut Iqbal, bukan memberikan biaya pendidikan untuk mereka yang berprestasi, tapi untuk mereka yang kurang mendapat simpati. Dengan harapan mereka harus berprestasi. Tambahnya.

Ust. Syafruddin, Lc., Dipl. yang dihubungi secara terpisah mengatakan, “Kita juga bertekad ingin memberikan bantuan dan menyekolahkan mereka anak yatim, piatu, fakir dan miskin hingga selesai sarjana.” Tekadnya.

Karena itu lanjut Syafruddin, kita sangat mengharapkan bantuan dana dari dermawan-dermawan yang ingin membeli tiket ke Syurga. Dana tersebut bisa disalurkan lewat Bank Muamalat, No Rek. 2410033243 atas nama KAFALAH IKAT ACEH, atau Bank Aceh Syariah, No Rek. 61302200456789 a.n KAFALAH IKAT ACEH. Harap Syafruddin seraya mengakhiri. (TQ)

IKAT Aceh Umumkan Hasil Try Out Kuliah Timur Tengah 2017



RCM III
IKATACEH.ORG, BANDA ACEH – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh secara resmi mengumumkan hasil Try Out kuliah Timur Tengah 2017, Minggu (23/4/2017) di Banda Aceh. Kegiatan tahunan yang dilaksanakan IKAT Aceh ini, telah dimulai sejak 05 s.d 17 April 2017 di berbagai wilayah kabupaten/kota di Aceh.

Ketua Panitia Tgk. T. Tasqa Alaidin, Lc. yang dihubungi ikataceh.org pagi tadi mengatakan, “Peserta Try Out kuliah Timur Tengah tahun ini sebanyak 365 orang, lebih banyak dari tahun lalu. Dari hasil Try Out yang diserahkan oleh tim pemerika jawaban, kita melihat bahwa potensi anak-anak Aceh ini sangat luar biasa. Hanya saja calon mahasiswa baru (CAMABA) kita sedikit kewalahan ketika mengerjakan soal Insyak (mengarang dalam bahasa Arab).” jelasnya.

Dalam mengoptimalkan CAMABA ikut testing nanti lanjut Tasqa, “Panitia Sosialisasi, BIMBEL dan Try Out akan memberikan pembekalan, bimbingan belajar bagi CAMABA yang serius ingin kuliah ke Timur Tengah. Mengenai jadwal akan kita umumkan beberapa hari lagi.” Demikian, Tasqa.

Ketua IKAT Aceh, Tgk. H. Muhammad Fadhil Rahmi, Lc. yang dihubungi secara terpisah mengatakan, “Kegiatan Sosialisasi, BIMBEL dan Try Out kuliah Timur Tengah ini, kiranya dapat membantu anak-anak Aceh yang ingin kuliah di universitas ternama Timur Tengah, seperti Universitas Al-Azhar – Kairo, Dar Al Mostafa – Yaman, dan lain-lain. Kita dari IKAT Aceh juga berharap akan bartambah banyak putra-puti Aceh menimba ilmu di Timur Tengah.” harapnya.

Seperti diberitakan media lokal sebelumnya, kegiatan Sosialisasi BIMBEL dan Try Out kuliah Timur Tengah ini telah diadakan di Pesantren Darul Aitami-Pasie Raja, Pesantren Serambi Mekkah-Meulaboh, Dayah Jeumala Amal-Lueng Putu, Dayah Ummul Ayman-Samalanga, Madrasah Ulumul Quran (MUQ)-Langsa, dan di Fakultas Adab-UIN Ar-Raniry Banda Aceh berjalan dengan tertib dan aman. Alhamdulillah. (TQ)